Belitung Today: Pernikahan
Headlines News :

Latest Post

Tampilkan postingan dengan label Pernikahan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pernikahan. Tampilkan semua postingan

Riset: Kebiasaan Tidur Istri Bisa Pengaruhi Keharmonisan Pernikahan

Written By Belitungku.NET on Senin, 10 September 2012 | 08.37

Jakarta - Perselingkuhan dan masalah uang tidak selalu menjadi penyebab hancurnya keharmonisan rumah tangga. Menurut sebuah studi, kebiasaan istri yang kurang tidur bisa membahayakan pernikahan.

Ketika wanita memiliki kesulitan untuk tidur, dia dan pasangannya punya kecenderungan untuk bertengkar di hari berikutnya. Namun perdebatan tidak terjadi apabila sang pria yang bergadang atau tidak tidur semalaman.

Wendy Troxel, profesor psikiatri di University of Pittsburgh School of Medicine, mengatakan," Kami menemukan bahwa masalah tidur istri mempengaruhi diri dan fungsi pasangannya dalam penikahan di keesokan harinya, dan efek ini merupakan bentuk independen dari gejala depresi."

Dalam penelitian yang dilakukan oleh Troxel sebelumnya, ia menemukan bahwa wanita akan tidur lebih baik jika ia merasakan kehadiran suami di tempat tidur. Setelah itu, Troxel pun melakukan penelitian baru dengan tujuan untuk membuktikan adanya hubungan antara kebiasaan tidur seseorang dengan interaksi perkawinan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam penelitiannya, Troxel mempelajari 35 pasangan yang rata-rata berada pada usia 30-an. Pasangan-pasangan tersebut juga diketahui memiliki fisik dan mental yang sehat.

Troxel mencatas gerakan nokturnal (aktivitas yang terjadi di malam hari) dari 35 pasangan itu selama 10 malam dengan alat yang disebut actigraph. Hal itu dilakukan untuk melihat berapa lama waktu yang dibutuhkan sampai mereka akhirnya mengantuk dan lama waktu tidur.

Setelah itu, mereka diminta untuk menulis mengenai interaksi positif dengan pasangan pada keesokan hainya di dalam sebuah buku harian. Tak hanya hal positif, mereka juga diminta untuk menceritakan hal negatif yang terjadi dengan pasangannya, baik yang dibahas atau yang tidak diperdulikan.

Hasilnya menunjukkan bahwa semakin lama wanita untuk mengantuk atau sulit tidur, semakin sering pula masalah yang dialami oleh mereka dan suaminya di keesokan hari. Penelitian juga menambahkan bahwa gangguan tidur seperti insomnia, lebih memberikan efek kepada orang banyak ketimbang pada penderitanya.


Eya Ekasari - wolipop




Ping your blog, website, or RSS feed for Free

8 Faktor yang Membuat Pesta Pernikahan Dianggap Sukses

Written By Belitungku.NET on Rabu, 29 Agustus 2012 | 12.18



6. Beda
Karakter pengantin ditunjang dengan tema dan persiapan yang matang akan membuat sebuah pesta pernikahan beda dari yang lain. "DI W.O kita, karakter pengantin kita kedepankan. kalau sudah berkarakter, orang pasti inget pestanya," tambah Bigson.

7. Ide Kreatif
Ide-ide kreatif dalam sebuah pesta yang tematik tentunya akan memberikan kesan keseluruhan yang tak terlupakan. Detail-detail kecil maupun besar saat pesta berlangsung hingga souvenir menjadi salah satu cerminan pesta yang terkonsep.


8. Sesuai Implementasi
Bigson menambahkan banyak orang Indonesia yang terlalu berkiblat ke luar negeri, sehingga saat diimplementasikan di Indonesia, akan tidak sesuai dengan adat istiadat. Segala sesuatunya perlu penyesuaian, dan dengan adanya W.O, hal ini bisa dicari solusi jalan tengahnya.

« Back   5 - 8 (Habis)
Ping your blog, website, or RSS feed for Free

8 Faktor yang Membuat Pesta Pernikahan Dianggap Sukses


5. Karakter Pengantin
Teman atau kerabat datang untuk melihat kedua pengantin yang tampil spesial. Nuansa pesta hingga penampilan sang pengantin akan mencerminkan siapa mereka sebenarnya. Jika hal tersebut tidak tersirat sama sekali, ada kesalahan dalam menerjemahkan pesta 'impian' yang diinginkan pengantin.


« Back  5  of  8   Next »  
Ping your blog, website, or RSS feed for Free

8 Faktor yang Membuat Pesta Pernikahan Dianggap Sukses


4. Antre
Antre untuk salaman dengan pengantin memang wajar, namun sangat tidak nyaman jika antrean jadi sesak dan tidak terkontrol. "Pengantin bikin tamu antre itu tidak bagus, jangan sampai mereka merasa tidak nyaman," ujar Bigson.

« Back   4 of 8   Next »  


Ping your blog, website, or RSS feed for Free

8 Faktor yang Membuat Pesta Pernikahan Dianggap Sukses

3. Kenyamanan Keluarga
Terlalu fokus pada acara seringkali membuat pengantin lupa akan kenyamanan keluarga, khususnya yang terlibat langsung dalam acara. Siapkanlah perlakuan khusus yang tak berlebihan bagi mereka, seperti area khusus keluarga dan makanan yang tidak perlu mengantre dengan tamu non-keluarga.

« Back  3 of  8   Next »  

Ping your blog, website, or RSS feed for Free

8 Faktor yang Membuat Pesta Pernikahan Dianggap Sukses

2. Mubazir
Sebaliknya, makanan yang terlampau banyak juga tidak baik. Selain mubazir, terlihat bahwa pemilik pesta tidak bisa memperhitungkan dengan baik jumlah tamu yang diundang dengan persediaan. Ada beda antara menyiapkan lebih dan menghambur-hamburkan makanan.

« Back   2 of  8   Next »   



Ping your blog, website, or RSS feed for Free

8 Faktor yang Membuat Pesta Pernikahan Dianggap Sukses

1. Makanan Cukup
Adakalanya beberapa tamu datang terlambat dan makanan sudah habis tanpa sisa. Hal ini bisa jadi menjengkelkan bagi beberapa orang dan meninggalkan kesan yang kurang baik. Beberapa dari mereka mungkin menempuh perjalanan yang jauh dan ketika dihadapkan dengan pemandangan buffet makanan yang sudah kosong, ada rasa kecewa yang sebaiknya dihindari oleh pemilik acara.

1 of 8   Next »   


Ping your blog, website, or RSS feed for Free

8 Strategi Agar Disayang Mertua

Jakarta - Pernikahan tidak hanya menyatukan cinta Anda dan pasangan, tapi juga keluarga kedua belah pihak. Namun, tidak sedikit wanita yang mempunyai masalah dengan mertua mereka. Untuk itu, ada beberapa cara agar Anda dapat membina hubungan baik dengan orangtua pasangan.

Bagaimana bisa membangun hubungan yang harmonis dengan mertua? Simak delapan strategi agar Anda disayang mertua yang dikutip dari WebMD.

1. Banyak Ngobrol dengan Mertua
Ada pepatah mengatakan "tak kenal maka tak sayang". Oleh karena itu, Anda perlu mengenal orangtua pasangan lebih dekat. Jangan malah menghindari sang mertua karena Anda tidak mau terlibat masalah dengannya. Luangkan waktu sesering mungkin untuk berbincang-bincang dengan 'ibu' baru Anda agar hubungan bisa semakin akrab.

2. Bertemu Mertua dengan Pikiran Tenang
Sebelum bertemu dengan mertua, ada baiknya kalau Anda tidak dalam keadaan marah atau jengkel. Jika memendam perasaan tersebut saat bertemu mertua, Anda menjadi lebih sensitif dan tersinggung yang bisa berdampak buruk terhadap hubungan ke depannya. Biarkan diri merasa ringan seakan tidak ada masalah sehingga bisa membangun suasana yang hangat bersama orangtua pasangan. Di samping itu, istirahat yang cukup agar tubuh rileks sehingga tidak terbawa emosi ketika mertua bersikap 'tidak enak' dengan Anda.

3. Bersikap Lembut dan Penuh Kasih dengan Mertua
Salah satu cara mengambil hati mertua adalah dengan menunjukkan sikap baik dan kasih Anda kepada orangtua suami. Anda bisa rencanakan pesta ulang tahunnya, memasak makanan favorit mertua, atau memberikan mereka hadiah yang sedang diinginkan. Dengan cara ini, mertua akan semakin menyayangi Anda.

4. Jadilah Diri Sendiri
Bagaimana pun sempurnanya mertua Anda, tetaplah jadi diri sendiri. Jangan mengubah seluruh hidup Anda hanya karena ingin terlihat baik di mata mertua. Jika Anda melakukan hal-hal yang positif serta berusaha mendekatkan diri dengan mereka, pasti orangtua pasangan menghargai usaha Anda.

5. Tidak Bertengkar dengan Mertua karena Anak Anda
Jangan mendebatkan anak dengan mertua hanya karena hal sepele. Misalnya ibu mertua membelikan anak Anda mainan, tapi Anda tidak suka kalau si kecil diberikan mainan tersebut, Anda lalu marah dan berdebat dengan orangtua suami. Hal itu seharusnya tidak terjadi. Kalau Anda merasa tidak suka dengan sesuatu yang dilakukan oleh mertua kepada si kecil, lebih baik hargai terlebih dahulu pemberiannya. Kemudian, berbicara mengenai ketidaksukaan Anda berdua mertua saat sedang santai disertai alasan yang jelas.

6. Hormati Hak Mertua
Mungkin orangtua pasangan Anda sudah lanjut usia, tapi masih tetap segar. Di suatu waktu, Anda menemukan mereka sedang mengonsumsi makanan yang tidak sehat. Biarkan hal itu terjadi sesekali. Hormati hak mereka menikmati makanan kesukaannya. Anda hanya perlu mengingatkan mertua agar tetap mejaga kesehatan.

7. Pikirkan Pasangan dan Anak Anda
Mungkin Anda mempunyai hubungan yang kurang baik dengan mertua. Anda merasa orangtua suami terlalu menuntut. Namun, kuncinya Anda harus sabar dan berusaha melakukan yang terbaik demi pasangan serta si buah hati. Mencoba lebih akrab dengan mertua. Jangan menyerah kalau baru satu kali berusaha. Lakukan terus hingga mertua respek terhadap Anda.

8. Berpikir Positif
Jika mertua termasuk orang yang sulit didekati, jangan marah atau jengkel menghadapinya. Coba pikirkan hal-hal positif ketika bersama mereka. Ingat, bahwa dia yang menghadirkan suami Anda dan betapa sayangnya suami dengan orang tuanya. Hal positif tersebut membantu perasaan kesal menjadi lebih ringan sehingga Anda bisa lebih baik saat berusaha membangun hubungan yang harmonis dengan mertua.

Arina Yulistara - wolipop

Ping your blog, website, or RSS feed for Free

Cincin Ini Bisa Buat Suami Susah Selingkuh


Jakarta - Cincin yang dipasang di jari manis tangan kanan, menjadi simbol bahwa orang tersebut terikat pernikahan. Makanya ketika akan selingkuh, pria akan melepasnya sehingga mereka tidak ketahuan sudah menjadi suami wanita lain.

Kini ada cincin yang membuat pria hobi selingkuh, sulit melakukan aksinya. Cincin berwarna perak dengan bahan titanium tersebut didesain dan dijual oleh situs thecheeky.com dengan harga US$ 550.

Dikutip ABC News, cincin tersebut dinamakan 'Anti-Cheating Ring'. Di bagian dalam cincin tersebut terukir sebaris kalimat 'I'M MARRIED'. Kenapa dinamakan cincin anti perselingkuhan? Karena setelah dilepas, tulisan yang ada di cincin itu akan tercetak di jari pemakaianya.

Apakah memang benar cincin ini bisa membuat pemakaianya tidak selingkuh? Tentu saja tidak seefektif itu. Tapi setidaknya cincin tersebut bisa mengingatkan pemakainya kalau dia adalah pria menikah. Wanita yang digoda oleh pria tukang selingkuh ini juga bisa tidak tertipu karena ada tanda si pria sudah jadi milik orang lain.

Thecheeky, situs yang menjual cincin tersebut memang dikenal kerap menjual produk-produk unik. Saking uniknya, situs yang berdiri sejak 2010 itu pernah ditegur pemerintah Kanada karena menjual stiker bergambar narkoba untuk koper.


Eny Kartikawati - wolipop



Ping your blog, website, or RSS feed for Free

Yang Perlu Diwaspadai Ketika Menikah Muda

Written By Belitungku.NET on Selasa, 28 Agustus 2012 | 08.15

Jakarta - Undang-undang Republik Indonesia Nomor 1 tahun 1974 Tentang Perkawinan, pada BAB II pasal 7 menyebutkan bahwa usia minimal seorang wanita diizinkan menikah adalah 16 tahun. Sementara pria, diperbolehkan menikah ketika sudah menginjak 19 tahun. Namun menurut Psikolog Anna Surti Ariani, S.Psi.M.Si, usia tersebut masih terbilang terlalu muda.

Wanita yang akrab disapa Nina ini menuturkan, idealnya laki-laki menikah di usia 25 sedangkan wanita 21 tahun. Kematangan emosional, fisik serta kemapanan dari sisi ekonomi yang menjadi pertimbangannya.

Senada dengan Nina, Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) juga membentuk program keluarga kecil sejahtera dengan memberikan peringatan bahwa wanita sebaiknya menikah di atas usia 20 tahun dan pria pada 25 tahun. Lalu apa dampak negatif yang bisa terjadi ketika dua sejoli yang dibilang 'belum cukup umur' ini tetap melangkah ke jenjang pernikahan?

"Banyak sekali, terutama buat perempuan paling rugi. Kalau (menikah) di usia belasan rahimnya belum matang, alat reproduksi juga belum siap. Seandainya dia bersetubuh, pertumbuhan organ reproduksi juga belum sempurna," ujar Nina, saat dihubungi wolipop pada Jumat (29/06/2012).

Dampak negatif pun tak hanya dari faktor fisik, tapi juga kognitif, emosional dan sosial. Nina pun menjabarkan beberapa faktor yang bisa terpengaruh dari pernikahan di usia muda.

Faktor Fisik
Bila sampai terjadi kehamilan saat organ reproduksi belum berfungsi sepenuhnya, bisa menimbulkan infeksi bahkan meningkatkan risiko kanker rahim. Selain itu perkembangan organ reproduksi juga bisa mengalami hambatan dan tidak terbentuk sempurna.

Faktor Emosional
Pasangan yang menikah muda emosinya cenderung meledak-ledak dan lebih mudah depresi. Hal itu karena mereka akan melalui berbagai macam masalah yang jauh lebih besar ketimbang saat masih bersekolah.

"Apalagi kalau dibiarkan untuk menghidupi keluarga sendiri. Dia akan gampang stres, depresi, akibatnya buruk untuk diri sendiri. Belum lagi kalau sudah punya anak, anaknya bisa ikut depresi. Efeknya beruntun, luar biasa besar," jelas psikolog lulusan Universitas Indonesia ini.

Faktor Kognitif
Di usia yang baru menginjak belasan tahun, kematangan untuk berpikir rasional terbatas. Kematangan rasional ini akan kalah dengan keadaan emosi yang cenderung naik-turun dan meledak-ledak. Sehingga ketika masalah datang, mereka sulit mempertimbangkan berbagai macam kondisi.

"Akhirnya pengambilan keputusan cenderung tidak matang, atau seringkali disesali," ucap Nina.

Faktor Ekonomi
Nina menjelaskan, laki-laki di bawah usia 25 biasanya masih kuliah atau bahkan baru lulus SMA. Secara finansial, umumnya belum mantap bekerja dan kalaupun sudah bekerja, belum cukup mengumpulkan uang untuk biaya pernikahan maupun rumah tangga nantinya.

"Sebenarnya menikah bukan hanya soal uang, tapi uang berpengaruh besar dalam pernikahan. Proses mengumpulkan uang uga mematangkan mental si lelaki untuk bisa menghidupi istri dan anak-anaknya. Selain itu juga agar dia lebih tahan banting untuk menyelesaikan masalah dalam perkawinan," jelas psikolog yang praktek di Klinik Terpadu Fakultas Psikologi Universitas Indonesia ini.

Hestianingsih - wolipop


Ping your blog, website, or RSS feed for Free

Nikah Muda, Batasannya Usia Berapa?

Jakarta - Tak sedikit dari kita, para wanita, ingin menikah muda. Namun pemerintah lewat Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengimbau supaya tak tergesa-gesa berumah tangga. Sebenarnya usia berapa yang disebut menikah muda?

Menurut Undang-undang Perkawinan tahun 1974, usia minimum seorang perempuan untuk menikah adalah 16 tahun. Sedangkan untuk pria, 18 tahun. Namun menurut BKKBN, akan lebih siap jika seorang wanita menikah di atas usia 20 tahun.

"Berdasarkan kesehatan reproduksi, wanita menjadi seorang ibu lebih baik pada usia mulai 20 tahun," ungkap U. Kusmana, Humas Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), saat berbincang dengan wolipop via telepon, Rabu (04/07/2012).

Tak hanya urusan kesehatan. Pria yang akrab disapa Uung ini juga menyampaikan pertimbangan psikologis. Umumnya wanita dengan usia di bawah 20 tahun masih belum matang secara mental. Ketidakmatangan ini dapat membahayakan rumah tangga. Terlebih lagi jika sang suami juga masih belum dewasa.

"Kami rekomendasikan untuk para pria menikah di usia 25 tahun. Pria disarankan lebih tua daripada wanita karena pria harus menjadi pemimpin serta bertanggung jawab atas keluarga kecilnya," ujarnya.

Pasangan yang menikah muda sangat rentan terhadap risiko perceraian. Uung menambahkan, kasus perceraian di kalangan remaja sangat tinggi. Dan biasanya, yang menjadi korban adalah wanita dan anak.

Terlepas dari rekomendasi yang diberikan BKKBN, pernikahan adalah urusan yang sangat personal. Demikian juga dengan tingkat kematangan seseorang yang tidak selalu bergantung pada usia. Di Indonesia, nyatanya, banyak wanita yang sudah berstatus istri saat usia belum menginjak 20 tahun.

Apa pun pilihannya, pastikan Anda menjalani hidup yang bahagia!


Arina Yulistara - wolipop

Ping your blog, website, or RSS feed for Free

Atasi Konflik Rumah Tangga dengan 7 Cara Ini

 Jakarta - Kehidupan pernikahan tidak selamanya tanpa kendala, kadang konflik bisa datang kapan saja. Menyimpan masalah hingga berlarut-larut justru akan membuat kehidupan pernikahan berada diujung tanduk.

Dr. Phil, psikolog yang seringkali menjadi narasumber dalam acara Oprah, menyarankan beberapa cara yang bisa dipraktekan agar dapat keluar dari masa-masa sulit dan menjaga pernikahan Anda. Apa saja?

1. Berusaha Menyelesaikan Masalah
Ketika kehidupan pernikahan selalu diwarnai pertengkaran, jangan sampai Anda dikendalikan oleh emosi. Hal tersebut hanya akan akan memperburuk keadaan.

"Ketika berada dalam masalah, dan merasa dalam tekanan, kemudian Anda marah pada orang-orang sekitar, yang Anda dapatkan akhirnya adalah perasaan kesepian dan terisolasi," ungkap Dr. Phill. Daripada Anda marah-marah, lebih baik bicarakan dengan pasangan dan berusaha menyelesaikannya bersama.

2. Identifikasi stres dalam hubungan Anda
Pekerjaan sehari-hari, perekonomian yang tidak stabil, permasalahan rumah tangga seringkali membuat stres. Namun jangan sekali-kali Anda meluapkan kekesalan dengan memarahi pasangan. Jika Anda terus menyalahkannya atas kondisi yang sedang terjadi, maka Andalah yang membuat konflik pada kehidupan rumah tanga. Kenali hal-hal yang mengganggu pikiran, diskusikan dengan pasangan dan carilah solusi terbaik bersama.

3. Mengatasi Ketakutan
Tak hanya wanita, pria pun memiliki ketakutan untuk melakukan yang terbaik bagi pasangan. Tuntutan untuk menjadi seorang pria sejati yang dapat melindungi keluarga, bisa menjadi beban bagi suami. Dr. Phill menganjurkan untuk membicarakan rasa takut itu bersama, sehingga Anda sebagai istri dapat menghargai pasangan dalam keadaan senang maupun susah.

4. Memiliki Integritas Emosional
Komunikasi yang efektif dimulai dari kejujuran. "Katakan apa yang ingin Anda ungkapkan, dan jangan diungkapkan jika Anda tidak bermaksud demikian," jelas Dr. Phill. Terbukalah dengan segala masukan dari pasangan, walaupun itu harus mengorbankan ego Anda.

5. Bersedia Meminta Bantuan
Segala sesuatu yang dikerjakan bersama akan terasa lebih mudah, begitu pula dalam urusan rumah tangga. Jadi jangan pernah malu untuk meminta bantuan kepada pasangan jika Anda merasa tidak mampu menyelesaikan masalah. Utamakan untuk mengandalkan pasangan Anda terlebih dahulu sebelum meminta tolong kepada orang lain agar pasangan merasa dihargai.

6. Membuat Daftar
Buatlah daftar apa yang menjadi prioritas Anda berdua. Tidak hanya uang tapi juga bicarakan seperti rencana kedepan, tujuan hidup dari masing-masing pihak agar merasa saling dihormati dan didengar. "Seperti menggabungkan dua perusahaan yang berbeda, Anda harus membuat daftar untuk menyenangkan kedua belah pihak, dan terkadang Anda juga perlu untuk melakukan rapat bersama," kata Dr. Phill.

7. Memiliki Rencana
Mimpi dapat memotivasi Anda melakukan apapun, tapi terlalu banyak bermimpi tanpa memikirkan hal realistis yang ada disekitar juga bukan hal yang baik. Dr Phill mengatakan, "Perbedaan antara mimpi dan rencana adalah garis waktu".

Tanyakan pada diri Anda sendiri, 'apakah mimpi itu bisa diwujudkan?' Lebih baik, buatlah rencana yang lebih realistis bagi Anda dan pasangan agar kedua belah pihak merasa terpacu namun tak terbebani.

Alissa Safiera - wolipop

Ping your blog, website, or RSS feed for Free

4 Tanda Pria yang Tidak Berniat Menikahi Kekasihnya

Written By Belitungku.NET on Senin, 27 Agustus 2012 | 11.21

Jakarta - Banyak pria yang ragu untuk menikahi kekasihnya. Anda sebagai wanita tentu bertanya-tanya 'apakah hanya tinggal menunggu waktu atau dia tidak akan menikahiku?'

Wanita biasanya lebih sering menyinggung masalah pernikahan, sedangkan pria kerap menghindari hal sensitif itu. Berdasarkan dari ratusan cerita yang dikirim, LuvemorLeavem merangkum 5 tanda pria tidak akan menikahi kekasihnya yang dilansir dari situs Your Tango.

Selalu Menghindari Obrolan Tentang Pernikahan
Menghindari obrolan tentang pernikahan merupakan tanda bahwa dia memang tidak ingin menikahi Anda. Baginya, masa depannya bersama Anda masih sangat jauh atau sama sekali tidak terlintas dalam pikirannya untuk menikahi Anda.

Menunggu Waktu yang Tepat
Sebelum memutuskan menikah, pria tidak hanya mempersiapkan diri, ia pun akan menyiapkan finansial untuk kehidupan selanjutnya. Jika keuangan belum cukup, wajar saja pria belum mau menikah. Jika dari segi finansial dia sudah mapan dan umurnya pun sudah cukup untuk menikah, tapi dia mengatakan sedang menunggu waktu yang tepat sambil terus mengulur-ulur waktu, maka kemungkinan dia memang tidak berniat menikahi Anda.

Melamar Tapi Tidak Ada Rencana Pernikahan
Cincin berlian yang dia berikan merupakan salah satu jurus untuk meredakan Anda yang selalu membicarakan pernikahan. Apabila dia melakukannya, tetapi tidak ada tanda-tanda pernikahan selama lebih dari satu tahun, berarti Anda hanya diberikan harapan kosong saja. Tanyakan kembali kisah cinta Anda mau dibawa kemana kepada pasangan.

Mengubah Tanggal Pernikahan
Ada pula pria yang terlihat sangat antusias dengan pembicaraan pernikahan. Tetapi kerap kali, ia mengubah tanggal yang telah ditentukan. Bila ini terjadi berulang kali, sebaiknya koreksi kembali pasangan Anda. Bicarakan dengan serius kelanjutan rencana pernikahan itu.

Victrin Christy - wolipop

Ping your blog, website, or RSS feed for Free

5 Rasa Percaya yang Dibutuhkan Dalam Pernikahan

Jakarta - Jika ingin memiliki pernikahan yang bahagia maka pupuklah kepercayaan bersama suami. Hal ini karena kepercayaan merupakan salah satu pondasi dalam membangun sebuah rumah tangga.

Banyak pasangan yang menganggap bahwa kepercayaan sudah cukup dengan sikap setia saja, tetapi ternyata itu tidaklah cukup. Sebuah survei yang dilakukan oleh Your Tango terhadap pembacanya menggungkap ada lima jenis kepercayaan yang wajib ada dalam sebuah pernikahan.

1. Percaya Bahwa Anda Setia
Tanpa adanya kesetiaan dalam sebuah penikahan maka jangan berharap hubungan Anda berjalan dengan mulus. Jaga komitmen Anda untuk saling setia, jika ada salah satu pihak yang merasa tidak puas, carilah bantuan profesional yang akan menilai Anda dan pasangan secara objektif.

2. Percaya Bahwa Anda Tidak Akan Mengontrol Satu Sama Lain
Menyakiti pasangan Anda secara fisik maupun perkataan akan menciptakan rasa takut yang merusak kepercayaan. Kepercayaan dapat tumbuh dengan baik dalam kondisi yang tenang dan tentram. Dan berhentilah bersikap posesif.

3. Percaya Bahwa Anda Mencintainya Tanpa Motif Tersembunyi
Cintai suami Anda karena dirinya, bukan karena harta yang dimilikinya, keluarganya atau yang lebih mengenaskan lagi, karena merasa kasihan kepadanya. Pasangan membutuhkan Anda untuk menjadi tempatnya berbagi suka dan duka, bukan untuk menggrogoti hartanya.

4. Percaya Bahwa Anda Tidak Akan Meninggalkannya Karena Emosi Sesaat
Hindari kemarahan, konflik dan perbedaan pendapat yang dapat membuat Anda mengambil keputusaan yang nantinya akan disesali. Mengontrol emosi adalah kuncinya dan satu lagi yang penting adalah jangan pernah mengancam untuk bercerai.

5. Percaya Bahwa Keluarga Adalah Prioritas Utama
Hal yang mungkin dilupakan oleh banyak pasangan suami istri adalah saling menjaga satu sama lain, bukan menjadi tanggung jawab salah satu pihak saja. Buatlah pasangan Anda mengerti bahwa ia sangat berarti dengan mencintai, menghormati dan menghargai satu sama lainnya.

Victrin Christy - wolipop

Ping your blog, website, or RSS feed for Free

BTC | Belitung Travel Center

Hot Deal Wisata Belitung

More on this category »

Berita Utama

More on this category »
 
Support : Portal Berita Belitung | Belitung New and Entertainment Online | Berita Belitung
Copyright © 2011. Belitung Today - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger